• Admin ID
  • Irvan Octavianus
  • Kiki Hakita

Artikel

Kamis, 16 November 2017

Peduli Lingkungan, Moonraker Gelar Kerja Bakti Di Mandalangan

Moonraker-peduli-lingkungan
Moonraker Kota Cirebon gelar kerja bakti bersama masyarakat di RW 02 Mandalangan, pagi tadi. (Foto: CP-06)

LEMAHWUNGKUK – Moonraker Kota Cirebon pagi tadi menggelar kerja bakti bersama warga RW 02 Mandalangan Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk, Minggu (5/11) bersama warga sekitar.

Komunitas bermotor tersebut merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang-bidang sosial kemasyarakatan serta bidang kepemudaan. Kerja bakti tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan sehingga baik lingkungan maupun sanitasi di rumah warga bisa lebih terlihat baik, sehat, dan bebas banjir.

Ketua Moonraker Kota Cirebon, Achmad Muzakky kepada Cirebonpos mengatakan, kerja bakti ini salah satu wujud kehidupan bertetangga. Kerja bakti, kata dia, bagi sebagian orang mungkin hal yang biasa, akan tetapi kerja bakti dilingkungan RW ataupun kampung ini murni ingin membantu lingkungan atau untuk kegotongroyongan dan manfaat sosial bagi masyarakat. Tidak hanya itu, lanjut dia, kegiatan ini merupakan silaturahmi antara pihaknya dengan masyarakat.

“Kami sangat senang selalu bisa berbuat banyak untuk masyarakat. Semoga hasil dari kerja bakti ini bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di RW 02 Mandalangan,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai kegiatan Moonraker, Zaky memaparkan, pihaknya selalu melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk masyarakat, seperti kerja bakti, bakti sosial, kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya. Dan sungguh tidak benar ketika nama Moonraker identik dengan hal-hal yang negatif di jalanan.

“Kami selalu melakukan kegiatan positif, dan tidak benar kalau Moonraker di cap negatif. Kami terus berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (CP-06)


Senin, 30 Oktober 2017

Belasan Anggota Diamankan Polisi, Ini Penjelasan Klub Motor 'Moonraker'

Gambar : Ilustrasi

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017, 09:53 WIB

CIREBON – Belasan anggota klub motor Moonraker ditangkap aparat Polres Cirebon, Jawa Barat lantaran diduga hendak berbuat onar, akhir pekan lalu. Pendiri Moonraker Wilayah 3 Cirebon, Irwan Fauzi menegaskan, 15 orang yang dibawa ke Mapolres Cirebon Kota itu sedang berkumpul untuk merayakan anniversary Moonraker yang ke-39 tahun, bukan hendak berbuat onar.

"Saat itu, kami hanya berkumpul biasa karena sudah ada instruksi dari Ketua Umum Moonraker Indonesia untuk tidak melakukan roling (konvoi) yang akan mengganggu kondusivitas Kota Cirebon," tutur Irwan dalam hak jawabnya kepada Okezone, Senin (30/10/2017).

Irwan menggunakan hak jawabnya atas berita dengan judul Ingin Buat Onar, Puluhan Anggota Geng Motor 'Moonreker' Ditangkap yang tayang di Okezone pada Sabtu 28 Oktober 2017 pukul 13.25 WIB.

Irwan menyangkal tudingan bahwa mereka adalah geng motor. Menurutnya, Moonraker komunitas klub motor yang berbadan hukum dan ikut menjaga ketertiban umum. "Tolong hak jawab kami ditembuskan (juga) ke Kapolres Ciko (Cirebon Kota)," tukas dia.

Dalam penjelasannya, Irwan membeberkan kronologinya. Mulanya, pukul 19.00 WIB, Irwan ditelefon oleh intel Polres Cirebon Kota dan Polsek Utbar menanyakan apakah anak-anak Moonraker akan melakukan kegiatan rolling dalam rangka Aniversary ke 39 Moonraker.

"Jawaban saya tidak, karena Kami sudah mendapatkan instruksi dari Ketua Umum Moonraker Indonesia untuk tidak melakukan roling yang akan mengganggu Kondusifitas Kota Cirebon," kata Irwan.

Sekira pukul 19.30 WIB, untuk memastikan tidak ada anggota dari Moonraker yang melakukan rolling, Irwan turun langsung ke jalan memantau dan memonitor anak buahnya. Ia pun memastikan anggotanya tersebut tidak ada yang melakukan kegiatan yang mengganggu kondusivitas di Kota Cirebon.

"Lalu kami kongkow sambil ngopi di belokan stasiun tepatnya di depan SMP/SD Muhammadiyah," lanjut Irwan.

Namun,  saat puluhan anggotanya sedang berkumpul di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon tersebut, tiba-tiba datang satu truk polisi pengendalian massa (dalmas) dan langsung membawa mereka ke Mapolres Cirebon Kota untuk dilakukan pendataan. Karena tidak terbukti akan mengganggu ketertiban, anggota Moonraker tersebut dilepaskan.

"Jam 24.00 setelah dilakukan pendataan kami semua anggota Moonraker diperbolehkan pulang," ujarnya.

Irwan menegaskan bahwa Moonreker bukanlah geng motor atau kumpulan berandalan yang suka berbuat onar atau kejahatan di jalanan. Mereka merupakan organisasi resmi yang sudah diakui negara melalui badan hukum.

"Kami juga bukan geng motor, melainkan klub motor yang memiliki badan hukum. Kami berdiri sejak 2007 dan sudah memiliki anggota sekira 1.500 orang di Kota Cirebon dan untuk di wilayah 3 Cirebon kami sudah memiliki anggota sekira 4.000-5.000 anggota," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan pihaknya mengamankan sebanyak 15 orang yang diduga anggota geng motor Moonraker yang tengah berkumpul. Ke 15 orang tersebut mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, PNS hingga pekerja swasta.

"Mereka (anggota geng motor) kami amankan karena diduga akan mengganggu ketertiban umum dan berbuat kejahatan," tuturnya, Sabtu (28/10/2017). (erh)

(sal)
Sumber : news.okezone.com

Selasa, 17 Oktober 2017

Klub Motor Moonraker Malangbong Garut, Gelar Tablig Akbar

MoonrakerMalangbong
Ratusan anggota klub motor Moonraker, simak tausiyah Ust. Sinyo dari Bandung, Minggu (15/10)


Pewarta: D. Oren

POROS GARUT-KLUB motor Moonraker menggelar tablig akbar di Masjid Al Istiqomah, Desa Cinagara, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Minggu (15/10/2017).

Acara yang digelar untuk  meresmikan terbentuknya Moonraker Malangbong tersebut dihadiri Muspika Malangbong, Hadir pula pengurus klub motor tingkat kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Moonraker Malangbong, Yudiansah menjelaskan, acara tersebut digelar untuk mempererat tali persaudaraan sesana anggota Moonraker dan mewujudkan monraker yang kreatif, inovatif dan bertanggung jawab.

“Tablig akbar digelar untuk memberi pencerahan rohani sehingga Moonraker menjadi klub motor bermartabat, islami dan manusiawi,” ujar Yudiansyah, usai acara.

Menurutnya, pihak panitia menghadirkan ust. Sinyo dari Bandung untuk memberi pencerahan bagi yang hadir.

“Anggaran kegiatan dari swadaya anggota perkumpulan Klub motor Moonraker, semoga bisa mermanfaat,” katanya, seraya menambahkan, jumlah anggota klub motor Kecamatan Malangbong sekitar 200 orang.

Editor : Ahmad Sadli
Sumber: porosgarut.com

Moonraker Menjadi Club Motor Bermartabat, Islami Dan Manusiawi

moonrakermalangbong
Ket foto: Club Motor Moonraker saat menggelar tablig Akbar.


GARUT, (KF).- Seiring perkembangan jaman, dari masa ke masa beberapa Club motor yang sering kali kebut-kebutan dijalanan baik dikota ataupun didaerah kini banyak berhijrah kejalur yang lebih positif, demi tercapainya Club motor yang kreatif, inovatif dan bertanggung jawab.

Seperti halnya Club motor Moonraker yang menggelar tablig akbar di Masjid Al Istiqomah, Desa Cinagara, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Minggu (15/10).

Acara yang digelar untuk  meresmikan terbentuknya Moonraker Malangbong tersebut dihadiri Muspika Malangbong, Hadir pula pengurus klub motor tingkat kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Moonraker Malangbong, Yudiansah menjelaskan, acara tersebut digelar untuk mempererat tali persaudaraan sesana anggota Moonraker dan mewujudkan monraker yang kreatif, inovatif dan bertanggung jawab.

“Tablig akbar digelar untuk memberi pencerahan rohani sehingga Moonraker menjadi klub motor bermartabat, islami dan manusiawi,” ujar Yudiansyah, usai acara.

Menurutnya, pihak panitia menghadirkan ust. Sindri dari Bandung untuk memberi pencerahan bagi yang hadir.

Jumlah anggota Club motor Moonraker di wilayah malangbong saat ini kurang lebih 200 Orang. Bahkan kegiatan yang tablig Akbar yang menghadirkan ust. Sindri dari Bandung untuk memberi pencerahan bagi yang hadir tersebut biayanya dikumpulkan secara swadaya.

“Anggaran kegiatan dari swadaya anggota perkumpulan Klub motor Moonraker, semoga bisa bermanfaat,” katanya. (Indra R)

Empat Sekawan Eks Geng Motor Membulatkan Tekad Untuk Berhijrah

Ket foto: Empat sekawan saat membuka acara pengajian Ustadz Handy Bonny, di Mesjid Darul Muttaqin jalan terusan pembangunan, kecamatan Tarogong kidul.

GARUT, (KF).- Empat Sekawan eks Geng Motor yang sudah membulatkan tekad untuk hijrah dari sejarah kelam di waktu remajanya, kini benar-benar hijrah meninggalkan kebiasaan buruknya yang tidak baik dan menunggalkan Allah SWT.

Bahkan Empat sekawan eks Geng motor yang sudah damai digarut tersebut, terus berupaya mengajak rekan-rekan serta sahabat bahkan para remaja untuk bisa menjadi manusia yang bisa bermanfaat baik orang tua, negara maupun Agama.

Diketahui keempat Sekawan tersebut, yakni Yusuf H yang akrab disapa puphu di GBR Fisabilillah, kedua Arvan octa alias Apang di XTC Hijrah, selanjutnya Agam di BRIGEZ Berdzikir, kemudian Soni di MOONRAKER Syariah.

Saat ditemui salah seorang dari Empat sekawan tersebut. Yusuf (29) mengatakan, Keinginan berhijrah nya tersebut datang dari dasar hati yang paling dalam, ”Saya sendiri sedih bahkan miris kalau mengingat masa-masa saat saya dulu ketika hidup dijalan yang hampir setiap langkah-langkah saya itu dosa yang sering kali nampak dikelopak mata.” Katanya Jumat (13/10) Petang.

Niat kami berhijrah dari keburukan untuk menuju ridho Allah, bukan karena ingin ada pujian dari orang-orang melainkan tulus karna Allah.

“Kami ingin sekali mengajak sahabat-sahabat kami, kerabat kami bahkan remaja-remaja saat ini yang memang masih labil diusianya untuk bisa kami rangkul menuju ke arah yang lebih positif,” Ujar Yusuf Saat ditemui usai mengikuti acara pengajian.

Diakui Yusuf, dirinya bersama ketiga sahabat nya tersebut, kini sedikit demi sedikit mencoba bergerak melalui kegiatan bakti sosial, seperti memberikan sumbangan yang dikumpulkan dari berbagai kegiatan, bahkan pihaknya juga berencana menyiarkan syari’at Islam kepada setiap siswa-siswi baik disekolah ataupun di tempat-tempat ibadah yang setiap kali ia kunjungi.

”Kami juga berencana masuk kesetiap sekolah-sekolah untuk memberikan arahan atau ceramah keagamaan agar remaja kini, khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah tidak terpengaruh dengan hal-hal yang akan menjerumuskan mereka kejalan yang salah,” Ungkapnya. (Indra R)