• Sigit Permana (Ketua Umum)
  • Irvan Octavianus
  • Kiki Hakita

Artikel

Minggu, 20 Agustus 2017

Evolusi Logo Moonraker Indonesia

evolusi-logo-moonraker
Evolusi Logo Moonraker


Bagi brothers pecinta Moonraker pasti tidak asing lagi dengan logo klub otomotif satu ini. Brothers wajib tau, tercatat selama 38 tahun berdirinya klub, Moonraker baru mempunyai logo pada tahun 1987 dan sudah berevolusi logo sebanyak enam kali.

Logo terlama ada di edisi kedua yang dipakai kurang lebih selama 19 tahun.

Versi awal logo Moonraker dibuat pertama kali oleh seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1987.

Ide pembuatan logo Moonraker pertama kali digagas oleh kang Dadang Wildan, George Soenario, Dede Ageur dan Alm. Iwan di Jl. Cendana No. 11 kota Bandung tepatnya di rumah Mr. George Soenario yang akrab disapa Co.

Logo Moonraker telah beberapa kali mengalami evolusi baik itu dari segi design ataupun semboyan, hingga yang digunakan saat ini dan terdaftar di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.

Bagaimana logo Moonraker berevolusi dari pertama terbentuk hingga kini?

Berikut infografis perubahan logo dari segi semboyan dan design dari masa ke masa.

  1. Logo Moonraker pertama kali dibuat tahun 1987 dengan semboyan bertuliskan Bandung Sport Club.
  2. (±) Tahun 1990-an, berevolusi menjadi Bandung Speed Maniac.
  3. Tahun 2009, semboyan disesuaikan dengan kondisi moonraker pada saat itu dan dirubah menjadi Jabar Sport Club.
  4. Tahun 2014, semboyan dirubah kembali oleh kepengurusan menjadi Bandung Speed Maniac.
  5. Tahun 2015 digagas kembali oleh kepengurusan menjadi Indonesia Sport Club dan logo dibulatkan Admin menjadi lingkaran solid. Logo ini sebetulnya hanya digunakan untuk keperluan internal saja, terutama pada sosial media dan internet.
  6. Tahun 2016 hanya mengalami perubahan pada segi design.
  7. Tahun 2017, logo didaftarkan oleh DPP Moonraker Indonesia kepada Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Republik Indonesia menggunakan logo tahun 2015.

Logo Moonraker merupakan merek dagang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan nomor D082017028738.

Penggunaan logo Moonraker dari tahun 1987 dan keturunannya tunduk kepada Undang-Undang Hak Cipta yang berlaku di Republik Indonesia dan Hukum Internasional. 

Segala penggunaan logo harus mengajukan izin terlebih dahulu dengan mengirimkan surat tercetak ke Sekretariat Moonraker di alamat Jalan Setra Dago Utara III No. 29 Bandung, Jawa Barat, 40291.

Minggu, 06 Agustus 2017

Bela negara, Anggota Moonraker kota Bandung mengikuti Diklat Leadership Academy

Moonraker Leadership Academy
Diklat pembentukan karakter kepemimpinan dalam berorganisasi dan pembelajaran bela negara, Moonraker Leadership Academy program Diklat dari Dispora (05-06 Agustus 2017).

Moonraker Indonesia bekerjasama Dispora Kota Bandung dan Secaba Rindam III/Siliwangi menggelar Diklat Leadership Academy yang berlangsung selama dua hari dimulai dari tanggal 5 sampai  dengan 6 Agustus 2017.

Panitia Moonraker Leadership Academy
Ketua Umum Moonraker Indonesia, Sigit Permana bersama Panitia Moonraker Indonesia Leadership Academy (05/08/17).



Menurut Ndut selaku Panitia Moonraker Leadership Academy, "Program yang diikuti oleh 100 peserta dari anggota Moonraker wilayah kota Bandung dan Cimahi ini bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil serta memiliki semangat dan kesadaran bela negara. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan sistem-sistem keorganisasian, 4 pilar berbangsa dan bernegara, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan pembekalan Pancasila."

Moonraker Leadership Academy
Peserta Moonraker Indonesia Leadership Academy melakukan kegiatan, baik yang bersifat teori maupun praktek.
Materi yang diberikan selama pendidikan disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta agar mereka dapat menerima dengan baik materi yang disajikan.

Moonraker Leadership Academy
Kegiatan baris berbaris yang dikuti oleh peserta Moonraker Indonesia Leadership Academy.


Selain itu juga ada materi praktek baris-berbaris dan kedisiplinan. Mereka dibimbing langsung oleh pelatih dan pembina dari jajaran TNI Secaba Rindam III/Siliwangi. "Kita lihat di lapangan, semangat mereka sangat kuat untuk ikut pendidikan ini." Ujar salah seorang pelatih dari TNI.

Moonraker Leadership Academy
Peserta Moonraker Indonesia Leadership Academy belajar menghargai dari hal-hal yang kecil.
Kegiatan diklat yang selama ini sudah dilakukan adalah memberikan pelajaran mengenai kedisiplinan. Itu dimulai dari hal-hal kecil sejak bangun hingga beraktivitas kembali. Meski ditatar oleh anggota TNI, bukan berarti para peserta ini belajar total ala militer. Pelatihan ini bukanlah wajib militer dan harus angkat senjata tapi lebih pada wawasan kebangsaan.

Moonraker Leadership Academy
Pembukaan oleh Sony Teguh Prasetya dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung bersama Ketua umum Moonraker Indonesia, Sigit Permana (05/08/17).

Acara resmi dibuka oleh Ketua Umum Moonraker Indonesia, Sigit Permana dan Sony Teguh Prasetya dari Dispora kota Bandung di Pangkalan militer Secaba Rindam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Moonraker Leadership Academy
Kegiatan di dalam ruangan, Moonraker Indonesia Leadership Academy.

Moonraker merupakan perkumpulan yang mengikuti program Leadership Academy To Be A Good Leader di tahun 2017 yang sebelumnya ormas XTC Indonesia sudah mengikuti program tersebut pada tahun 2016." Ungkap Sony Teguh Prasetya dari Dispora Kota Bandung.

Moonraker Leadership Academy
Giat Leadership Moonraker oleh Dispora Kota Bandung di Secaba Rindam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat (05-06 Agustus 2017).



Pendidikan tidak hanya harus yang bersifat serius. Para peserta juga diajarkan bagaimana membuat yel-yel dan bernyanyi untuk melatih kekompakan.

Moonraker Leadership Academy
Ketua umum Moonraker Indonesia menjadi instruktur senam pagi dalam program Diklat Moonraker Indonesia Leadership Academy yang diadakan selama dua hari di Secaba Rindam III/Siliwangi.

Pada kegiatan ini, peserta juga mendapatkan kegiatan jasmani yang dibimbing langsung oleh instruktur dari TNI Secaba Rindam III/Siliwangi dan Ketua Umum Moonraker Indonesia.

Moonraker Leadership Academy
Kegiatan Api Unggun pada malam hari, Moonraker Indonesia Leadership Academy.

Menurut salah satu peserta Diklat, "Kita di sini juga belajar cara penghormatan. Kita dari nol baru tahu ketika di sini. Hari ini penutupan. Paling suka kegiatan api unggun, seru banget. Itu bisa bikin kita lebih berani," cerita seorang peserta diklat, Reza Eka Putra (21)  kata pria asal Bandung ini.

Meski mengaku secara fisik energinya sangat terkuras, Reza mengaku senang mengikuti program ini. Banyak hal positif yang ia petik dari program ini.

Moonraker Leadership Academy
Pelatihan fisik yang diberikan kepada peserta Moonraker Leadership Academy (05/08/17).

"Kalau capek secara fisik sih iya, tapi bawa asyik aja. Awalnya emang kaget banget, karena kita tahu-tahu diajarin secara militer. Tapi lama-lama biasa, sekarang udah enak semua," tuturnya.

Moonraker Indonesia Leadership Academy
Kegiatan rohani peserta Moonraker Indonesia Leadership Academy.

"Banyak positifnya, bisa bikin kita disiplin. Hormat sama yang lebih senior. Terus jadi makin banyak kawan. Ini kan kami dari Moonraker Indonesia bisa tambah kompak." pungkas Reza.

Admin ID

Selasa, 18 Juli 2017

Ridwan Kamil Pamerkan Desain Sirkuit Balap Motor dan Mobil di Bandung

Bandung-Lautan-Api-Sirkuit
Pembangunan Sirkuit di Bandung. (Foto: Instagram @ridwankamil)
KUMPARAN - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memamerkan rancangan sirkuit modern untuk balap motor dan mobil yang akan dibangun di Gedebage, Kota Bandung. Emil berharap dengan adanya sirkuit ini, tak ada lagi balap liar di Bandung.

"Wahai anak muda Bandung, Kota kita tercinta akan punya sirkuit modern untuk balap mobil/motor di Gedebage di dekat exit KM 147. Juga museum otomotif," ucap Ridwan Kamil di Instagramnya, @ridwankamil, Kamis (6/7). 

Bandung-Lautan-Api-Sirkuit
Bandung Lautan Api Circuit (Foto: Instagram/@ridwankamil)

Emil menggandeng komunitas otomotif di Bandung yang sudah berdiri sejak tahun 1982, XTC yang berarti Exalt To Creativity. Sambil kelakar, Emil menyebut sirkuit itu akan mempunyai 16 tikungan.

"Terinspirasi dengan jumlah kena tikungnya cinta Pak Wali sebanyak 16 kali di masa lalu," ucap bakal calon Gubernur Jabar itu.

"Doakan lancar dan tidak ada lagi balapan liar di tengah kota, kecuali kamu adalah Vin Diesel," tutup Emil.
Sebelum mempublikasikan rancangan modern itu, Emil sudah menerima audiensi dari XTC pada Selasa (4/7). Tak dirinci soal poin kerja sama dimaksud termasuk pemanfaatan sirkuit setelah selesai dibangun.

Ide membangun sirkuit sudah lama dibicarakan bahkan sejak Emil menjabat sebagai Wali Kota. Alasannya karena perlu disediakannya tempat untuk menyalurkan minat para pemuda dan remaja Bandung yang senang balapan.

Sebagaimana diketahui, Bandung dikenal dengan banyaknya komunitas otomotif yang kreatif. Meski tak sedikit yang dianggap hanya geng motor dengan konotasinya yang negatif, balap liar dan lainnya.

Sumber : kumparan.com

Selasa, 20 Juni 2017

Pesan Sekjen Moonraker Indonesia Buat Masyarakat, Tidak Usah Ragu dan Takut Lagi

Sekjend-Moonraker
Sekretaris Jendral Klub Motor Moonraker Indonesia, Ikbar Firdaus atau akrab disapa Thuponk. Foto oleh Ery Chandra/Tribun Jabar

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sekretaris Jendral Klub Motor Moonraker Indonesia, Ikbar Firdaus atau akrab disapa Thuponk menilai perkembangan terakhir Klub Motor Moonraker Indonesia kian menjadi kondusif terkait dengan adanya yang bernuansa Syariah.

"Alhamdulliah Moonraker lebih kondusif dengan adanya satu wadah bidang khusus kerohanian atau disebut Moonraker syariah," ujar Thuponk di Masjid Al Ikhsan STKS Bandung, Minggu, (17/6/2017).

"Makanya sekarang diikuti dari berbagai wilayah-wilayah termasuk Sumatera, Kalimantan Selatan dan Timur.

Alhamdullilah, mengikuti dengan adanya lembaga khusus yaitu Moonraker Syariah. Hampir rata-rata semua anggota mengikuti," kata Thuponk.

Thuponk mengatakan acara berbagi tersebut supaya melakukan nilai-nilai keimanan untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan hal kebaikan.

"Salah satu yang dilakukan adalah berbagi dengan anak yatim di sekitar dago, karena wilayah markas besar Moonraker Indonesia," katanya.

Dirinya menjelaskan tujuan acara bersama dengan sekiranya 40 anak yatim itu adalah untuk menunjukkan eksistensi Moonraker dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan hal-hal yang positif.

Ia menambahkan untuk lebih membuktikan pada masyarakat bahwa Moonraker sudah berubah ke arah yang baik.

"Lebih jelas benar dan tidak seperti yang mereka bayangkan zaman dulu. Karena kalau hanya semacam slogan atau ucapan masyarakat belum percaya. Mudah-mudahan dengan ini bisa berdampak baik," sambungnya.

Ia memberikan pesan pada masyarakat agar tidak ragu dan takut lagi dengan adanya keberadaan Moonraker.

"Saya sebagai Sekjen telah menginstruksikan semua Korwil, DPC, dan DPD yang ada di seluruh Indonesia untuk menghindari pertikaian sekecil apapun dan menunjukkan hal-hal positif. Apalagi kami konsen di bidang otomotifnya sebagai slogan Moonraker," jelasnya.

Dia berharap agar kedepannya Moonraker bisa menyeimbangkan diri antara unsur racing dengan syariah. Supaya dengan adanya keseimbangan itu organisasi bisa berjalan dengan lebih baik lagi," katanya. (Ery)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar

Srikandi Moonraker Indonesia, dari Ngoprek Motor Hingga Juara di Lintasan Balapan

moonshine-indonesia-moonraker
Moonshine, Moonraker Indonesia, di acara peduli anak yatim di Masjid Al Ikhsan STKS Bandung, Minggu, (17/6/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Cewek-cewek yang hobi motor, balapan, dan otak atik motor, memiliki ruang untuk menuangkan kegemarannya. Satu di antaranya, mereka bisa bergabung dengan Moonshine, Moonraker Indonesia.

Ketua Moonshine, Moonraker Indonesia, Tasya Melinda menceritakan, klub hobi sepeda motor ini awalnya karena ada banyak perempuan yang suka balapan.

"Jadi kami bergabung di sini bagi yang suka motor, balapan, otak atik motor," kata Tasya Melinda, di Masjid Al Ikhsan STKS Bandung, Minggu, (17/6/2017).

Satu di antara anggota Moonshine yang sempat membanggakan klub berlambang serigala ini salah satunya adalah Seli Resminar. Ia pernah menjajal kemampuannya di ajang balapan dan memenangkannya.

Sang Srikandi, Seli Resminar menjadi juara road race. "Seli Resminar ikut partisipasi hingga sering ke luar kota untuk mengikuti perlombaan. Itu perempuan yang bisa memenangi juara tiga saat itu, dan masuk runner up," ujar perempuan yang bergabung semenjak tahun 2013 itu.

Ia berharap supaya Moonshine bisa lebih maju, sukses dan berjaya hingga memiliki ribuan anggota. Ia menekankan agar masyarakat tidak memandang sebelah mata kehadiran Moonshine yang terdiri dari perempuan itu. (Ery)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar