Wednesday, 9 July 2014

HISTORY OF PACHINKO "Pasukan Cina Kota"

ilustrasi
Gambar : Ilustrasi

Di Jakarta, namanya begitu santer terdengar. Bahkan bisa dikatakan Pachinko adalah salah satu geng motor pertama yang menggebrak ibu kota. Tak pernah diketahui bagaimana awal mula geng motor yang berpusat di kawasan Jakarta Barat ini berdiri. Namun cerita aksi Pachinko masih nyaring terdengar hingga hari ini.

Seperti di ungkapkan oleh Nanang, seseorang yang punya andil membuat geng ini jadi perhatian. Nanang, adalah pria keturunan Tionghoa yang dianggap banyak pihak sebagai tokoh penting dibalik nama Pachinko. Awalnya ia memilih untuk bercerita soal kondisi dunia balap liar masa lalu, sebelum kemudian menceritakan geng motor yang anggotanya didominasi warga keturunan Tionghoa.

"Ya, sebenarnya memang jauh berbeda antara dulu dan sekarang ini, berbagai media dapat dijadikan sebagai sarana promosi dari para produsen sepeda motor. Kalau dulu, tak ada istilah seperti dulu. Itulah yang menjadi latar belakang banyaknya aksi kebut-kebutan di jalan. Awalnya, kami dijadikan pembalap di ajang resmi. Sampai pada suatu waktu, kami diminta untuk mencoba motor baru di jalan tol yang belum beroperasi. Kejadian buruk pun tak dapat dihindarkan. Salah satu dari pembalap penguji mengalami kecelakaan." Ceritanya serius.

Nanang bercerita bahwa kecelakaan itu sempat membuat kegiatan  uji motor baru di jalanan vakum cukup lama. Hal ini disebabkan para pembalap merasakan trauma yang mendalam. "Hingga pada era 80an, salah satu merek motor sponsor kami meluncurkan produk terbarunya. Kami pun kembali memamerkan kelihaian dalam mengendarai motor di jalanan ibu kota.
Waktu itu, lintasannya dari Jayakarta Tower sampai Jakarta Theater. Biasanya, aksi kami di mulai sekitar pukul delapan malam. Start biasanya dari stasiun Beos, kemudian melaju sampai ke kawasan Istana Negara," lanjut mantan pembalap tersebut.

Nanang mengatakan bahwa aparat keamanan sempat kebingungan untuk menghentikan aksi mereka. Sampai-sampai kayu panjang pun digunakan para aparat untuk menghentikan laju motor. Cukup banyak warga yang menonton atraksi mereka. Tak jarang, ada beberapa warga yang ikut-ikutan beraksi, meski tak ada yang mampu melaju lebih cepat dari para pembalap." Mereka itulah yang kemudian dikenal dengan istilah Pachinko.

Mereka adalah gerombolan bermotor yang memang ingin mengikuti aksi kami ketika menguji kemampuan motor di jalanan. Saat itu, banyak orang awam yang menganggap saya adalah ketua Pachinko. Padahal saya sendiri tak tahu apa-apa. Bahkan, saya pernah mengalami ancaman dari geng motor lain yang juga berada di Jakarta," tambahnya.

Berbagai berita miring tentang Pachinko pun semakin banyak. Hal tersebut disebabkan dari semakin banyaknya orang yang mengikuti aksi para pembalap liar ini. "Kami ini memang pembalap terlatih. Jadi, tentu berbahaya jika ada orang yang tak terlatih mengikuti aksi kami. Inilah yang membuat kami dicap sebagai pembuat onar dan pelaku pelanggaran. Tak jarang saya diisukan negatif, padahal saya tak melakukan pelanggaran atau perusakan. Segala bentuk tindakan tersebut dilakukan oleh orang lain."

Makin banyaknya berita negatif, membuat pihak sponsor meminta Nanang menghentikan semua aksi balapnya. Pihak sponsor mendapat teguran langsung dari aparat atas banyaknya kejadian buruk tersebut. "Saya pun memilih untuk menjauhkan diri dari dunia balap liar. Sejak itulah nama Pachinko semakin nyaring terdengar di Jakarta. Bahkan lebih dari perkara adu balap, tapi juga tindakan kriminal," Serius ia bercerita.

Membuka usaha jasa bengkel kemudian jadi langkah Nanang berikutnya. Karena berlokasi di Jakarta Barat, bengkelnya dipenuhi pelanggan yang kebanyakan anggota Pachinko. "Di bengkel saya memang banyak pelanggan anak motor yang suka kebut-kebutan. Belakangan, saya juga tahu kalau beberapa diantara mereka adalah penjahat kriminal." kisahnya.

Bagaimana Nanang bisa tahu latar belakang pelanggannya? Ia bercerita bahwa dirinya pernah dianggap membantu para pelaku kriminal tersebut, hingga sampai masuk pengadilan. Ternyata para pelanggan bengkelnya, yang meminta motornya dibuat lebih cepat, adalah pelaku kriminal. Sebelumnya, Nanang hanya tahu jika mereka minta dibuatkan motor untuk balapan. "Nyatanya motor itu digunakan untuk merampok dan menodong orang. Itulah yang membuat isu Pachinko sebagai geng motor kriminal semakin berkembang. Tutupnya.

Ikuti Lewat Email

Dapatkan artikel terbaru dengan berlangganan melalui email.

Artikel Terkait Lainnya

0 Komentar "HISTORY OF PACHINKO "Pasukan Cina Kota""

Silahkan berikan komentar/pertanyaan anda. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan.Terimakasih.