Monday, 15 February 2016

Moonraker Syariah Akan Dibentuk di Daerah

moonraker-syariah
Moonraker Syariah
BANDUNG, (PRLM).- Berandalan motor pernah menjadi berita utama media massa. Nyaris semuanya membicarakan kiprah negatif berandal bermotor, mulai dari mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sampai terlibat kriminal. Berandalan bermotor bahkan sempat dibubarkan aparat.

Semua pemberitaan buruk itu sempat membuat Ebeth (36) tak mau berbicara dengan media. Pentolan Moonraker Bandung bernama asli Dedy Jumena ini memilih menarik diri. Upaya untuk memperbaiki citra berandalan bermotor sempat dilakukan, seperti penanaman pohon ataupun aksi sosial. Tapi, semua itu tidak mengikis catatan buruk berandalan bermotor.

Menurut Ebeth, belakangan angin perubahan mulai datang. “Sekarang sudah mulai berubah. Gesekan antar kelompok juga tidak seperti dulu,” kata Ebeth, Senin (15/2/2016).

"XTC Hijrah, BRIGEZ Berdzikir, dan GBR Berwudhu tengah menggagas program Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah"

Kondisi ini mendukung gerakan perubahan yang diusung oleh Moonraker Syariah. Kegiatan rohani kini mendapat tempat di kalangan anak motor. Gejala ini tidak hanya berlaku di Moonraker. Kelompok-kelompok lainnya juga mulai merambah ke kegiatan rohani, meski bentuknya belum melembaga seperti Moonraker Syariah. Sebut saja gerakan XTC Hijrah, BRIGEZ Berzikir, juga GBR Berwudhu.

Ebeth mengatakan, masing-masing perwakilan kelompok ini bahkan sedang merencanakan sebuah program yang dinamai Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah. Perwakilan dari kelompok-kelompok ini akan keliling sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman melahirkan pribadi baru yang lebih baik. Belum terang kapan kegiatan ini akan digulirkan. Tapi, upaya mengarah ke sana sudah dimulai.

“Empat orang perwakilan organisasi ini kemarin diundang ke TVRI, kami juga sudah bertemu ustaz Arifin Ilham. Harapannya bisa menginspirasi anak muda lain yang juga ingin berubah,” kata salah seorang penggagas Moonraker Syariah ini.

Moonraker Syariah sendiri rencananya akan didirikan di daerah lain, seperti Garut, Cirebon, Subang, dan Purwakarta. Targetnya, setiap cabang Moonraker punya Moonraker Syariah.

Cara ini, kata Ebeth, jauh lebih efektif ketimbang upaya pemerintah dan penegak hukum membubarkan atau sekadar mengganti nama organisasi. Sebab bukan nama baru yang membawa perubahan. Perubahan pada masing-masing pribadilah yang akan membawa perbaikan. (Catur Ratna Wulandari)

Sumber: www.pikiran-rakyat.com

Ikuti Lewat Email

Dapatkan artikel terbaru dengan berlangganan melalui email.

Artikel Terkait Lainnya

0 Komentar "Moonraker Syariah Akan Dibentuk di Daerah"

Silahkan berikan komentar/pertanyaan anda. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan.Terimakasih.